Bahasa Cinta

Seringkali kita menemui pasangan suami istri berpisah setelah sekian lama menikah. Alasannya hampir sama semua yaitu sudah tidak ada kecocokan lagi, rasanya hambar pernikahan, sudah tidak saling mencintai lagi. Iyesss , menikah itu memang tidak mudah, banyak pelajaran hidup yang bisa kita dapat disana. Tapi Tuhan sudah menyiapkan sekian hikmah buat yang berani menjalani proses pernikahan.

Ternyata ada satu rahasia bagaimana melanggengkan pernikahan agar rukun, caranya penuhi kehidupan anda dengan cinta. Bicara masalah cinta, menurut psikolog pakar pernikahan, “Tidak penting bagaimana cara anda mencintai pasangan tapi yang paling penting bagaimana pasangan kita merasa dicintai”.

Berdasarkan para pakar psikologi keluarga, ada 5 bahasa cinta pada setiap orang. Pengelompokkan diambil melalui riset dan sesi pengalaman konseling ratusan pasangan selama puluhan tahun. Bahasa cinta itu terdiri:

  • Pertama, bahasa cinta berupa “pujian”. Pemilik bahasa cinta ini merasa dicintai jika ia sering dipuji. Mulai hal – hal yang sederhana, misalkan rambutnya yang indah, bajunya yang serasi, senyumnya yang menawan sampai hasil kerjanya yang excellence.
  • Kedua, Bahasa cinta berupa “sentuhan”. Pemilik bahasa cinta ini menyukai sentuhan, bisa menyentuh maupun disentuh. Ciri – cirinya yang paling sederhana ia merasa nyaman jika bersentuhan kulit dengan pasangannya bisa berpegangan tangan, membelai rambut bahkan sampai menopang kakinya diatas kaki pasangannya saat menonton televisi.
  • Ketiga, bahasa cinta berupa “waktu berkualitas”. Pemilik bahasa cinta ini sangat menyukai kejutan yang diberikan saat momen berharga dalam hidupnya. Hari ulangtahun kelahiran, ulang tahun pernikahan bahkan waktu pertama bertemu merupakan waktu yang istimewa buat dirinya. Hukumnya super wajib untuk ingat bagi pasangannya dan memberikan kejutan pada saat itu.
  • Keempat, bahasa cinta berupa “Pelayanan”. Pemilik bahasa cinta ini sangat menikmati “pelayanan” bagi dirinya. Mulai dari hal – hal yang sederhana misal ketika berangkat kerja diantarkan sampai depan pagar. Ketika pulang bepergian, kita bawakan secangkir minuman ditambah bonus pijatan – pijatan kecil yang mesra, dijamin membuat pasangan kita merasa sangat dicintai.
  • Kelima, bahasa cinta berupa “hadiah”. Pemilik bahasa cinta ini sangat senang dengan pemberian hadiah, tidak perlu mahal tapi kalau mahal tentu akan lebih bahagia. Semua momen untuk membuat ia merasa dicintai adalah pemberian hadiah.

Sahabat, mulai sekarang coba diskusikan dan komunikasikan dengan pasangan anda, kira – kira bahasa cinta apa ya yang Anda dan pasangan Anda miliki. Buatlah kesepakatan untuk saling mengingatkan prinsip “tidak penting bagaimana cara anda mencintai pasangan anda tapi yang terpenting bagaimana mereka merasa dicintai.

 


Edited by Harold F. Haryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *