Ibunda

ibunda

Lebaran tahun ini terasa beda buat kami sekeluarga karena ini pertama kalinya kami berlebaran tanpa ibunda tercinta yang telah berpulang ke rahmatullah. Sering kali tanpa terasa air mata mengalir jika masih mengingat senyuman beliau ketika menjawab kalimat “Pamit” dari kami anaknya ketika hendak pulang ke rumah. Diiringi dengan kalimat yang menentramkan jiwa “Hati-hati ya nak…jaga kondisi….jaga kesehatan…semoga segala urusannya dipermudah dan dibarokahi Allah ya nak…”. Dengan diiringi kecupan hangat seorang ibu dipipi membawa ketenangan tersendiri.

Rindu rasanya mendengar  cerita ibunda yang dengan semangatnya menceritakan kisah – kisah unik saat cuci darah di rumah sakit. Ya… sudah satu setengah tahun ini ibunda menjalani terapi cuci darah karena gagal ginjal. Tidak ada perkataan mengeluh ketika satu persatu jarum sepanjang 10 cm ditusukkan ke lengan beliau, ibunda selalu tersenyum sambil berkata “Enggak sakit kok nak”.

Kangen rasanya curhat bersama ibunda, yang walaupun kita tidak berucap apa – apa namun beliau selalu menanyakan “Ada apa nak? Kok wajahnya enggak sumringah seperti biasa, ayo cerita… siapa tahu ibunda bisa bantu…minimal bisa bantu dengerin”.

Masih terasa dengan jelas  makan masakan bunda yang sedap punya, apalagi ketika makan selalu ditemani oleh ibunda, sambil menatap bahagia melihat buah hatinya makan dengan lahapnya sambil berkata “Ayo tambah makannya nak, sekali kali enggak apa apa nambah biar giat kerjanya”.

Ibunda, walapun anakmu ini rindu sosok ibunda tetapi anakmu yakin bahwa inilah yang terbaik dari Allah buat ibunda. Selamat jalan ibunda tersayang, maafkan anakmu jika selama ini belum bisa membahagiakan ibunda, belum berbakti dengan benar, tidak  selalu ada disamping ibunda.

Ya Allah Ya Robb sayangilah ibunda hamba seperti beliau menyayangi hamba sewaktu kecil, lapangkanlah kuburnya, perberatlah timbangan amalnya dengan catatan kebaikan yang dipunya, tempatkanlah beliau disisimu yang Mulia Ya Allah.

Sahabat, jika sekarang masih memiliki ibunda yang masih hidup, sayangilah beliau, ciptakan momen indah bersama beliau. Senangkan hati beliau, perbanyak senyumlah dengan beliau karena hanya dengan mengetahui  anak – anaknya  bahagia itu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupnya.

Bagi sahabat yang ibundanya sudah meninggal, perbanyaklah doa kepada Allah agar timbangan amal ibunda kita diperberat dengan amal kebaikannya, dilapangkan kuburan beliau, dan ditempatkan disisi surganya Allah. Karena doa kita sebagai anaknya akan terus mengalir dan dinantikan oleh ibunda kita. Yang Terakhir peliharalah hubungan silaturahim dengan keluarga, kerabat dan rekan ibunda kita.

 


Edited by Harold F. Haryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *