Jemputlah Jodoh Anda

Seringkali saat berdiskusi dengan kawan – kawan yang masih berusia muda, curhatannya sama yaitu tentang jodoh. Banyak yang merasa kesulitan menemukan jodohnya, dengan berbagai macam alasan. Ada alasan yang mengunder estimatekan dirinya sendiri seperti kurang cakeplah, kurang tinggilah, kurang kayalah dan sebagainya. Ada juga alasan yang menghujat orang lain, seperti zaman sekarang cewek pada matre, mertua milih-milih calon mantu dan sebagainya.

Sahabat, ada sebuah kisah nyata luarbiasa tentang jodoh yang patut kita simak. Disebuah daerah terlahirlah seorang bayi mungil yang lucu. Sang bayi lahir tanpa kedua tangan.  Luarbiasanya sang orang tua tidak pernah menyesal apalagi malu mempunyai anak dengan kondisi tersebut. Sang orang tua yakin setiap manusia dilahirkan istimewa dengan segala kelebihan yang melekat didirinya.

Sang anakpun dirawat, dididikpun seperti anak kebanyakan pada umumnya. Tidak ada perlakuan yang membedakan ataupun kondisi yang mengundang belas kasihan. Sang anakpun tumbuh dengan percaya diri dan prestasi-prestasi yang segudang. Beranjak dewasa sang gadispun mulai merasakan benih-benih cinta layaknya seorang gadis dewasa. Sempat terbersit ragu dihati sang gadis mengenai jodohnya, ada rasa khawatir ditolak dalam mencari jodohnya. Sekali lagi sang orangtua memberikan nasehat yang menentramkan hati “anakku, tuhan menciptakan semua makhluknya berpasang-pasangan. Semua jodoh sudah disiapkan oleh tuhan, tugas kita hanya memantaskan diri dan menjemput jodoh dengan terus memperbaiki diri”.

Dan ternyata luar biasa, suatu hari seorang pemuda tampan, terpelajar, dari keluarga terpandang datang untuk melamar sang gadis. Sang pemuda ternyata kakak angkatan sang gadis dikampus, sudah lama ia memperhatikan aktivitas sang gadis dikampus, ia begitu terpesona dengan kegigihan serta kecantikan perilaku sang gadis yang tidak mau dikasihani bahkan mampu menunjukkan berbagai macam prestasi dikampus.

Sahabat, kisah diatas mampu menjelaskan tidak ada yang membatasi seseorang untuk menjemput jodohnya. Karena apapun kondisi fisik kita, kondisi ekonomi kita saat ini bukan lah prasyarat utama menemukan jodoh. Tuhan sudah menyiapkan jodoh kita, tugas kita hanya menjemputnya dengan semakin memantaskan diri  untuk terus berusaha, meningkatkan kapasitas diri, mencari komunitas – komunitas positif sehingga jodoh kita siap untuk dijemput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *