RAHASIA MENJADI MAGNET REJEKI

RAHASIA MENJADI MAGNET REJEKI

RAHASIA MENJADI MAGNET REJEKI: Setiap kita pasti memimpikan hidup dalam keberlimpahan rejeki, sehingga bisa hidup bahagia. Bahagia karena bisa memberikan kebaikan bagi sesama, bahagia karena bisa memberikan kehidupan terbaik buat keluarga, pasangan hidup, anak, orang tua dsb. Tapi pernahkah Anda membayangkan dikejar – kejar oleh rejeki, didatangi berbagai kemudahan dalam hidup. Atau jangan – jangan membayangkan saja kita tidak berani, karena jika membayangkan saja kita tidak berani mana mungkin kita mau mempelajari ilmunya. Berikut langkah – langkah menjadi magnet rejeki yang kami sarikan dari: berbagai literatur, berbagai riset yang dilakukan dan pengalaman kami sendiri yang sudah mempraktekannya dan hasilnya luar biasa.

Agar memudahkan memahami kami memakai kepanjangan dari huruf REJEKI itu sendiri.

 

  • Rajinlah berdoa

Berdoa itu sama dengan ajang curhat kita sama Tuhan, berbeda dengan manusia yang tidak suka jika terus diminta. Kalau Tuhan sangat senang jika hambaNYA meminta terus kepadaNYA. Karena itu bukti ketergantungan kita seorang Hamba pada Tuhannya. Dan Tuhan sudah berjanji dalam sebuah kitab Suci, jika kita minta maka akan Tuhan berikan tanpa pengecualian asalkan hambanya YAKIN.

Bahkan jika semua makhluk mulai zaman awal kehidupan sampai nanti akhir kehidupan semua berdoa, dan Tuhan mengabulkan semua doa-doa mereka, itu tidak akan membuat Tuhan jatuh miskin. Diibaratkan itu hanya seperti mencelupkan jarum dilautan luas kemudian menariknya keatas, dimana air yang dilautan jumlahnya tidak berkurang  sedikitpun. Itulah Laksana kekayaan yang dimiliki Tuhan sang Maha KAYA.

Anehnya sebagai manusia, kita malu-malu “minta” sesuatu sama Tuhan. Contoh ingin jadi orang kaya tapi enggak pernah berdoa kepada Tuhan untuk dikayakan. Pertanyaannya kalau bukan kepada Tuhan kita minta, terus kepada siapa lagi kita akan meminta.

Mulai sekarang ayo lebih sering curhat sama Tuhan, silahkan minta apa aja yang kita inginkan jangan malu.

Sebagai latihan ayo kita list kira permintaan apa aja yang mau kita ajukan kepada tuhan, tentunya melalui doa-doa yang baik.

PERMINTAAN DOA.

1. ………………………………………………………………….

2. ………………………………………………………………….

3. ………………………………………………………………….

Jika kolomnya kurang banyak silahkan ditambahi sendiri, karena memang tidak batasan maksimal jumlah doa. Yang bermasalah jika kita masih bingung mau minta apa sama Tuhan, bisa jadi itu pertanda karena kebiasaan kita menggantungkan “sesuatu” kepada selain Tuhan, kepada atasan misalkan.

 

  • Empatilah dengan perduli pada orang lain

Seringkali kita acuh tak acuh cenderung tidak perduli dengan masalah orang lain. Kita sering menganggap yang kena masalahkan bukan saya, jadi ngapain capek-capek ngurusi masalah orang lain.

Ketahuilah sejatinya kita sebagai makhluk sosial saling tergantung dan membutuhkan satu sama lain. Bisa jadi dengan kita cuek terhadap masalah orang lain, masalah itu akan berbalik kepada kita sendiri. Sebaliknya bisa jadi jika kita perduli dengan masalah orang lain sejatinya kita menolong diri kita sendiri.

Sebagai latihan dan pembiasaan ayo kita buat list aktivitas yang melatih rasa perduli kita, misalnya :

AKTIVITAS PEDULI :

– Menanyakan KABAR dan KEADAAN ORANG TUA

– Menanyakan KABAR dan KEADAAN keluarga rekan satu kantor

– Memperhatikan lingkungan sekeliling kita, apa ada sampah yang berserakan

– Menanyakan keadaan pasangan hidup kita

– Menanyakan aktivitas sang buah hati disekolah

 

  • Jalankan prinsip Terimakasih

Ditengah masyarakat kita sudah sangat familiar dengan istilah TERIMAKASIH. Tapi tahukah kita ternyata kata TERIMAKASIH ini juga menggambarkan prinsip hidup yang terjadi. Prinsip ini juga yang mampu menjawab kenapa orang sepertinya hidup “beruntung” terus dan ada orang yang hidupnya “Buntung” terus. Ada orang yang hidupnya berkelimpahan tapi ada juga yang hidupnya stuck tidak berkembang.

Prinsip hidup “TERIMA-KASIH” mempunyai arti :

“Apa yang kita TERIMA saat ini  itu sama persis dengan yang sudah kita KASIHkan sebelumnya”

Jika hidup kita saat ini kok terasa susah terus, jangan-jangan itu karena kita memang hobinya menyusahkan orang lain. Sebaliknya jika hidup kita terasa banyak kemudahan bisa jadi memang kita seringkali memudahkan orang lain.

Jika anda ingin mendapatkan Rejeki yang datang dari pintu yang tidak disangka-sangka, maka belajarlah menjadi “saluran” rejeki yang tidak disangka-sangka dari Tuhan buat orang lain.

Misalnya saja, jika biasanya kita memberikan kepada penjaga penitipan barang dimasjid sekedarnya antara seribu paling baner dua ribu, nah coba sekali-kali berikan 50ribu tanpa pengembalian. Sang penjaga akan kaget setengah mati, nah kaget setengah mati itulah tandanya ia mendapatkan rejeki dari pintu yang tidak disangka-sangka dari Allah melalui anda.

Kemudian perhatikan apa yang anda rasakan, awalnya jantung pasti berdebar karena ini bukanlah kebiasaan anda memberikan dengan uang sebesar 50 ribu, tapi setelah sang penjaga menerima uang tersebut sambil tersenyum bahagia plus bonus didoakan biasanya, ada perasaan “nyesss” menenangkan didada. Nah itu namanya perasaan bahagia. Dan riset  mengatakan jika dibandingkan perasaan bahagia yang dirasakan, lebih besar yang memberi daripada yang menerima.

Sehingga jika anda ingin mendapatkan kebahagiaan caranya mudah sekali, yaitu sering-seringlah memberi dalam jumlah besar karena semakin besar jumlah yang kita berikan semakin dahsyat “deg-degannya” karena melakukan diluar kebiasaan, puncaknya hati akan terasa sangat PLONG dan MENENANGKAN. Berani coba.

Ayo kita latihan menerapkan prinsip “TERIMAKASIH” dalam kehidupan sehari-hari. Kita akan fokus memperbanyak aktivitas “KASIH” sehingga bisa menerima yang sebanding juga.

AKTIVITAS “KASIH”  :

1. Melebihkan uang pembelian koran, tanpa meminta kembalian

2. Melebihkan uang pembelian Bensin, tanpa meminta kembalian

3. Mentraktir uang TOL satu mobil dibelakang

4. Mengajar “gratis” sekolah anak-anak jalanan

5. ……………………………………………………………………

6. ……………………………………………………………………

7. ……………………………………………………………………

 

  • Kerja Tuntas

Kalau kita bicara nasib, itu hanya akibat yang timbul. Sebenarnya yang harus kita pelajari itu “penyebab” terjadinya nasib baik, misalkan saja bintang Sepaak Bola Ronaldo. Salah satu penyebab kesuksesannya adalah karena si Ronaldo KERJA TUNTAS. Maksudnya jangan lihat si Ronaldo saat ini, tapi lihatlah aktivitas latihan kesehariannya. Untuk mempersiapkan pertandingan sepak bola yang hanya berdurasi 2×45 menit, seorang Ronaldo konon berdasarkan info, paling sedikit setiap harinya berinteraksi dengan bola tidak kurang dari 6 jam sehari. Mulai giring bola, nendang bola, oper bola bahkan mungkin tidur juga sama bola ya… hehhe.

Intinya tidak ada waktu tanpa bola. Kerja Tuntas Ronaldo yang fokus berinteraksi dengan bola setiap harinya selama 6 jam itu, sekali lagi karena fokus berinteraksi, Itulah yang kemudian membuat Ronaldo ahli dalam sepak bola. Sehingga ketika pertandingan aksinya sedap ditonton oleh penonton. Karena penonton menyukai aksi Ronaldo, maka para sponsor berebutan memakai Ronaldo sebagai bintang iklannya agar disukai juga oleh penonton. Dari para sponsor itulah pundi-pundi keuangan Ronaldo bertambah terus. Nah melihat Ronaldo “bergelimpahan” uang maka kita kemudian menyebut nasibnya baik. Padahal nasib baik itu akibat serentetatn KERJA TUNTAS sang Ronaldo.

Bandingkan dengan si JONO si pemain amatir, main bolanya aja setengah-tengah kalau pingin lagi main aja giat kelapangan. Tapi pas datang malesnya, ogah latihan bola. Akibatnya aksi main bolanya tidak sedap dipandang, mana ada penonton yang mau bayar buat ngelihat JONO main bola, akhirnya jangan pernah bermimpi dibayari sponsor. Dalam keadaan “kasihan” seperti itu terus kemudian kita mencap si “JONO” punya nasib jelek.

Padahal kalau mau jujur kita bisa bandingkan dong lebih berkeringat mana antara latihannya si JONO dan Ronaldo. Itulah sunnatullah, rejeki dan peluang sama Tuhan diberikan seluas-luasnya didunia ini, tinggal kita mau enggak menjemput rejeki dan peluang yang ada. Kata-kata “menjemput” disini bukan berarti ongkang-ongkang kaki, males-malesan dirumah sambil  nunggu rejeki turun dari langit pakai parasut, itu mah mimpi.

Menjemput itu ya pakai tenaga, butuh kucuran keringat, bahkan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran bahkan emosional untuk menjemputnya. Karena akumulasi semua itu akan berbuah prestasi bagi para penjemput rejeki. Dan kabar gembiranya rejeki sebanding lurus dengan prestasi.

Jadi jika kita mau hidupnya dikejar-kejar rejeki atau dikatakan nasibnya baik, ya harus KERJA TUNTAS, jangan takut berkeringat.

 

  • Ikhlaskan keputusan terbaik Tuhan

Tugas kita sebagai manusia hanya maksimalkan usaha, tapi untuk hasil nantinya itu peran Tuhan. Karena Tuhan yang menciptakan diri kita, Tuhan sangat paham apa yang terbaik dan terburuk buat kita. Jangan sampai kita mengambil peran Tuhan dalam menentukan hasil akhirnya.

Ibarat Pensil, tugas kita hanya menuliskan semua impian yang kita inginkan nanti biar Tuhan yang menghapus dan mengganti bagian-bagian yang kurang sesuai dengan kebaikan kita.

Harapannya jika kita sudah optimal berusaha kemudian hasilnya memang sesuai yang kita inginkan maka bersyukurlah, jangan sombong, ingatlah selalu keberhasilan kita ada campur tangan Tuhan disana.

Sebaliknya jika hasil yang kita peroleh jauh dari yang kita inginkan, bersabarlah, segeralah mensetting pikiran positif dengan meyakini, ada hikmah yang tuhan ingin sampaikan kepada kita dan ada rencana yang lebih baik yang sedang Tuhan persiapakan buat kita.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *