Rumahku “Apotik ku”

 

Jika mendengar kata apotik, yang terlintas dipikiran kita adalah tempatnya obat segala penyakit. Ada filosofis menarik dari apotik yang bisa kita terapkan dirumah kita, agar menjadikan rumah kita pusat dari “obat” fisik – emosional – spiritual” dari penyakit sosial yang ada. Filosofisnya diantaranya:

  1. Diapotik, ada apoteker yang senantiasa setiap saat siap sedia mendengarkan keluhan pasien, memberikan saran dan penjelasan tentang obat yang dibutuhkan. Dirumah setiap anggota keluarga harus bersedia menyediakan telinganya untuk mendengar curhatan satu sama lain. Menyediakan tangannya untuk memeluk dan meredam rasa kegelisahan. Menyediakan matanya untuk memberikan dukungan setiap saat. Dan menyediakan hatinya untuk senantiasa menerima dengan lapang dada situasi apapun dengan perasaan positif.
  2. Diapotik ada berbagai macam jenis obat yang diberikan sesuai kebutuhan. Didalam rumah harus ada banyak limpahan kasih sayang, canda tawa, curhatan, pengertian yang bisa dipakai sebagai obat ketenangan, kesenangan dan kenyamanan jiwa seluruh anggota keluarga.
  3. Diapotik ada aturan pakai setiap obat agar mampu menyembuhkan dengan optimal. Dirumah juga harus ada kesepakatan bersama, norma-norma dasar yang berasal dari nilai-nilai agama, moralitas dan etika agar seluruh keluarga mampu mempunyai pondasi yang kuat dalam hidup.
  4. Diapotik, setiap kali kita mendapatkan obat selalu diakhiri dengan doa yang tulus agar kita lekas sembuh dan diberi kesehatan selalu. Dirumah kita juga harus dipenuhi dengan doa-doa yang ikhlas, penuh kekhusyukan , saling mendoakan satu sama lain agar diberi kemudahan dan keberkahan dari Tuhan.

 

Coach asNando Danu
(Happiness for indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *