Yuk Lihat Cermin Diri

Sahabat…seringkali kita lebih nyaman untuk mencari kesalahan orang lain bahkan mencari orang yang disalahkan atas apapun yang terjadi disekeliling kita. Sewaktu sekolah misalkan, ketika kita dapat nilai yang jelek ketika ujian kitapun langsung menyalahkan guru dengan alasan cara ngajarnya yang kurang maksimal. Saat hendak menikah, kemudian tidak kunjung mendapatkan jodoh kita seringkali menyalahkan lawan jenis kita dengan alasan sekarang zamannya cewek ‘matre’, dunia tidak adillah karena yang dipilih hanya yang berparas tampan dan cantik saja seakan – akan tidak ada tempat yang berwajah pas – pasan (maaf bagi yang merasa). Ketika masuk dunia kerja pun, setelah sekian tahun bekerja kemudian tidak ada peningkatan di penghasilan bahkan karier dengan cepatnya kita menyalahkan atmosfer tempat kerja yang tidak sehatlah, banyak rekan kerja yang tidak fair lah, atasan yang pilih kasihlah dan berbagai macam alasan lainnya, prinsinya semuanya penyebab kesalahan kecuali “saya” diri kita sendiri.

Sahabat tahukah anda bahwa semua yang terjadi pada diri kita, sebenarnya penyebabnya dari kita sendiri, apapun juga, berikut ini kisah yang bisa kita ambil hikmahnya.

Di sebuah desa, ada seorang penjual roti yang sangat terkenal. Sang penjual roti terkenal selain karena rasa rotinya yang sangat enak. Pribadi sang penjual yang ramah, santun dan dikenal sangat jujur membuat usaha rotinya terkenal seantero desa dan membuat usahanya maju pesat.

Suatu ketika , ada seorang penjual tepung yang membeli roti, ia memilih jenis roti yang beratnya 1 kg, ini tertera dikemasan roti. Ketika pulang sang penjual tepung curiga dengan berat roti yang dibeli, ia curiga kalau berat roti yang dibeli tidak sampai 1kg. Ia pun kemudian mengambil timbangan ditokonya dan ditimbang, ternyata benar roti yang dibeli beratnya tidak sampai 1kg. Merasa dibohongi, sang penjual tepung kemudian melaporkan ke polisi.

Singkat cerita, sang penjual rotipun dihadirkan di persidangan untuk mempertanggungjawabkan tuduhan sang penjual tepung. Sang hakim bertanya,

“Wahai penjual roti apakah kamu tahu kalau berat roti yang kamu jual tidak sesuai dengan yang tertera di kemasan, tidak sampai 1 kg”. sang penjual rotipun menjawab “Sungguh saya tidak pernah bermaksud menipu dengan mengurangi timbangan roti yang saya jual, saya sangat yakin roti yang saya jual beratnya 1 kg”.

Sang hakim kemudian berkata: “Baiklah, kalau gitu silahkan tunjukkan bagaimana kamu menimbangnya”. Sang penjual roti kemudian maju membawa rotinya mendekati alat timbangan yang ada sambil berkata: “Yang mulia terus terang karena saya tidak punya alat takaran berat, maka saya memakai takaran berat 1 kantung tepung sebesar 1kg sebagai penggantinya, dan tepung itu saya beli rutin dari sang penjual tepung.” Kemudian sang penjual tepung pun kaget karena tepung yang biasa dibeli oleh penjual roti adalah berasal darinya yang ternyata dialah yang sesungguhnya berbuat curang dengan mengurangi timbangan tepungnya.

Sahabat, yakinlah bahwa apapun yang terjadi pada diri kita saat ini sampai masa depan secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan apa yang kita lakukan di masa lalu. So, mulai sekarang jika mendapatkan masalah segera evaluasi diri, jangan sibuk menyalahkan orang lain….selamat menikmati hidup baru penuh dengan makna.

 

Asnando Danu


Edited by Harold F. Haryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *